ANALISIS PENGARUH TINGGI ALUMINIUM CAIR PADA TUNGKU REDUKSI TERHADAP KUALITAS ALUMINIUM CAIR DI PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM

Detail Cantuman

Text

ANALISIS PENGARUH TINGGI ALUMINIUM CAIR PADA TUNGKU REDUKSI TERHADAP KUALITAS ALUMINIUM CAIR DI PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM

XML

Proses reduksi aluminium melalui elektrolisis merupakan tahap penting dalam industri peleburan aluminium, salah satu proses krusialnya adalah pengambilan aluminium cair (metal tapping) dari tungku reduksi. Tinggi aluminium cair di dalam tungku sangat mempengaruhi kualitas dan efisiensi proses metal tapping. Tinggi yang terlalu rendah dapat meningkatkan suhu bath dan
menyebabkan erosi dinding samping tungku serta kenaikan kadar Si, sedangkan tinggi yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan konsumsi tangkai anoda berbahan besi sehingga meningkatkan kadar Fe dan Si pada aluminium cair. Berdasarkan pengamatan di PT Inalum, variasi tinggi aluminium cair dapat memengaruhi durasi,
kehilangan material, dan kualitas hasil aluminium. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis batas optimal tinggi aluminium cair dan pengaruhnya terhadap efisiensi serta kualitas proses metal tapping di tungku reduksi aluminium. Dalam penelitian ini, tinggi aluminium cair merupakan variabel bebas dan jumlah metal merupakan variabel terikat. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah tinggi metal atau tinggi dari aluminium cair, jumlah metal atau jumlah aluminium cair, dan persentase Fe dan juga Si dengan tinggi aluminium cair.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear yang sangat kuat antara ketinggian aluminium cair dengan jumlah metal yang dihasilkan, di mana setiap penambahan 1 cm ketinggian aluminium cair meningkatkan jumlah metal sekitar 101,51 kg. Pada rentang ketinggian 24-29 cm, jumlah metal meningkat dari 1928,96 kg menjadi 2481,04 kg. Selain itu, kandungan pengotor Fe dan Si relatif stabil dan cenderung menurun pada ketinggian 24-27 cm, dengan titik terendah pada 27 cm (Fe 0,0312% dan Si 0,028%). Namun, pada ketinggian di atas 27 cm terjadi peningkatan signifikan kandungan pengotor. Berdasarkan hasil tersebut, batas optimal ketinggian aluminium cair direkomendasikan antara 24 cm
sampai 27 cm, dengan titik optimal pada 27 cm yang memberikan keseimbangan terbaik antara jumlah metal dan kemurnian aluminium cair.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Muhammad Syifa El-Haj - Personal Name
Student ID
22133006
Dosen Pembimbing
Fahny Ardian - - Dosen Pembimbing 1
Dr. mont. Imelda Hutabarat - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Rudiyansah - - Penguji 1
Azarine Atha Pandani - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Subyek
No Panggil
MUH a
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail