Text
PERHITUNGAN NERACA MASSA PADA PROSES PEMBUATAN LIMESTONE SLURRY DI PABRIK BAHAN BAKU DEPARTEMEN PRODUKSI DI PT HALMAHERA PERSADA LYGEND (HPAL)
XMLPT Halmahera Persada Lygend merupakan perusahaan industri nikel dibawah group Harita Nikel yang bekerja sama dengan Ningbo Lygend Resources Technology Development Co., Ltd untuk bersama-sama mengembangkan sumber daya bijih nikel laterit di Pulau OBI, Indonesia untuk menghasilkan produk akhir Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), Nickel sulfate (NiSO4), Cobalt sulfate
(CoSO4) dan Katoda cobalt. Salah satu departement yang ada di PT Halmahera Persada Lygend (PT HPAL) adalah departement limestone slurry atau dikenal sebagai area 505 sebagai pabrik bahan baku limestone slurry yang beroperasi selama kurang lebih 4 tahun. Selama kurang lebih 4 tahun perusahaan telah melakukan beberapa improvement seperti menghentikan penggunaan jaw crusherkarena ukuran limestone solid yang digunakan sudah mencapai 100 mm, sedangkan jaw crusher hanya mampu mereduksi ukuran hingga 150 mm. Selain itu telah melakukan pemasangan magnet palet dan vibrating screen untuk memisahkan
ampas-ampas kayu yang ikut dalam produk slurry. Selama kurang lebih 4 tahunberoperasi, kondisi operasional line 1 mengalami penurunan beban produksi khusunya pada equipment sag mill. Secara design, sag mill mampu menggerus limestone sebanyak 60 ton/h, namun kondisi aktual hanya mencapai 57,18 ton/h,
sehingga kondisi beban produksi menurun 5%. Penurunan kapasitas gerus sag mill ini juga menyebabkan terjadinya perubahan dalam penggunaan input water. Secara design, penggunaan water membutuhkan sebanyak 132,29 M3/h yang dialirkan ke feeding sag mill, drum screen, dan ball mill, namun secara aktual input water
dialirkan ke belt conveyor, feeding sag mill, drum screen dan agitation tank dengan penggunaan input water sebanyak 130,15 M3
/h. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan mass balance terbaru dengan membandingkan perhitungan mass balance secara design dengan kondisi aktual yang dilakukan pada bulan
Februari 2025. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan produksi perusahaan, namun data tersebut hanya menunjukkan akumulasi input water dan limestone per shift-nya tanpa rincian pembacaan setiap stream yang dilalui (per-note-nya), oleh karena itu penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh hasil pencatatan data secara langsung dalam kondisi aktual sebagai data pelengkap sekaligus untuk memvalidasi berdasarkan perhitungan mass balance. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa slurry yang dihasilkan secara design sebanyak 162,73 M3/h, secara perhitungan aktual sebanyak 157,81 M3/h,
dan berdasarkan perhitungan menggunakan rumus perusahaan 151,81 M3/h, sedangkan dalam laporan produksi tercatat 145,98 M3
/h. Perbandingan antara perhitungan aktual yang mempertimbangkan kandungan moisture dengan perhitungan menggunakan rumus perusahaan menunjukkan selisih sebanyak 6,01 M3/h yang disebabkan karena berdasarkan perhitungan menggunakan rumusperusahaan tidak memperhitungkan kandungan moisture pada limestone sebesar6,67 M3 /h sebagai hasil penguapan limestone berdasarkan design. Perhitungan
menggunakan rumus perusahaan yang tidak memperhitungkan kandungan moisture pada limestone menghasilkan selisih sebesar 5,82 M³/h, jika dibandingkan dengan data pada laporan produksi, yang dipengaruhi oleh adanya sisa slurry 0,66 M3/h yang tertampung di agitation tank serta penggunaan water pada akhir shift untuk pembersihan area sekaligus penyiraman tanaman. Selain itu, tidak adanya instrument untuk pembacaan slurry yang dihasilkan menyebabkan terjadi kesalahan manusia (human error) saat pengimputan laporan harian/shift. Adapun penelitian ini dapat dikembangkan dengan menggunakan pengambilan data sekunder dengan pembacaan instrument yang terkalibrasi, sehingga kedepannya dapat menghasilkan perhitungan mass balance yang lebih akurat dan sesuai kondisi sebenarnya. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan melakukan perhitungan kandungan
chemical pada slurry yang dihasilkan, sekaligus mencoba mendemonstrasikan proses pabrik menggunakan perangkat lunak menggunakan seperti Metsim, dan JkSim. Selain itu, penelitian juga dapat melakukan perhitungan kebutuhan listrik setiap equipment yang digunakan.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Muh Insan Kamil Basri - Personal Name
|
| Student ID |
22313004
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi | |
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2025 |
| Edisi | |
| Subyek | |
| No Panggil |
MUH p
|
| Copyright | |
| Doi |








