Text
OPTIMASI MEKANISME PEMBAKARAN PADA BURNER PROSES GAS BAKING MENGGUNAKAN METODE PREMIXED COMBUSTION DI PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM
XMLPT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) merupakan salah satu produsen aluminium terbesar di Indonesia yang menerapkan proses gas baking untuk pemanasan awal sebelum terjadinya proses reduksi. Proses ini sangat bergantung pada efisiensi termal
dari sistem pembakaran. Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kualitas proses, penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan mekanisme burner dengan membandingkan dua metode pembakaran: non-premixed dan premixed. Tujuan utama
penelitian adalah mengkaji bagaimana jenis/mekanisme burner memengaruhi temperatur, efisiensi termal, dan rasio bahan bakar terhadap performa pemanasan. Pembakaran non-premixed terjadi ketika bahan bakar dan udara bertemu di ruang bakar tanpa pencampuran awal, sementara pada premixed, keduanya dicampur
sebelum proses pembakaran. Dalam pengujian, premixed burner menghasilkan distribusi temperatur yang lebih merata serta temperatur akhir mencapai 860,6 OC yang menandakan temperatur optimal tercapai. Sebaliknya, non-premixed burner cenderung menciptakan hot spots (panas disatu sisi) yang bisa menyebabkan
ketidakteraturan dalam pemanasan dan terjadinya thermal shock. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme premixed burner lebih baik dalam mencapai temperatur optimal yang stabil untuk proses gas baking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi meningkat secara signifikan ketika temperatur berada pada kisaran (350 – 650 °C) dengan menggunakan rasio udara-bahan bakar 70:30. Metode Burner dengan sistem premixed dapat mencapai temperatur 860,6 OC sedangkan temperatur optimal berada pada kisaran 850 – 950 OC. Rasio udara dan bahan bakar (air-to-fuel ratio) menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pembakaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa rasio stoikiometri/kelebihan udara menghasilkan pembakaran yang lebih baik. Premixed burner dapat mengendalikan rasio dengan lebih presisi dibandingkannonpremixed. Dengan pengaturan rasio yang tepat, laju pemanasan metode premixed dari ketiga pot test mulai dari R 651 = 742,2 OC (non- premixed), R 677 = 788,2 OC (nonpremixed + blower), dan R 675 = 860,6 OC (premixed). Penelitian ini memiliki strategi untuk pengembangan lebih lanjut, seperti penggunaan sistem kontrol otomatis berbasis sensor untuk memonitor dan menyesuaikan rasio udara-bahan bakar secara real-time
agar lebih efisien.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Mochamad Faridsky Ramadhan - Personal Name
|
| Student ID |
22133003
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi | |
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2025 |
| Edisi | |
| Subyek | |
| No Panggil |
MOC o
|
| Copyright | |
| Doi |








