Text
ANALISA PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA ALUMINIUM A356.2-A3 DI PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM (INALUM)
XMLAluminium alloy merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam berbagai industri, seperti otomotif, dirgantara, dan kontruksi, karena sifatnya yang ringan, tahan korosi, dan memiliki kekuatan mekanis yang baik. Dikarenakan di PT Inalum belum ada penelitian yang membahas perubahan (kekerasan dan struktur mikro) pada setiap tahapan proses penambahan unsur paduan setiap tahapan prosesnya. Maka dari itu, percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa struktur mikro dan nilai kekerasan setiap tahapan proses penambahan unsur paduan.
Penelitian ini dilakukan menggunakan data primer yang diperoleh dari percobaan yang dilakukan di Pabrik percetakan (Casting Plant) yang mana penambahan unsur paduan merupakan variabel bebas dan waktu pendinginan merupakan variabel terikat. Setelah dilakukan percobaan, dilakukan lah Uji Mikrostruktur dan Uji Kekerasan dari sampel yang diambil pada saat percobaan untuk dianalisis. Metode penelitian melibatkan pengujian kekerasan menggunakan metode Brinell dan analisis struktur mikro menggunakan mikroskop optik serta menggunakan aplikasi image-j seri 1.54 g, untuk menghitung grain size pada sampel yang diuji. Sampel diuji dengan dua media pendingin berbeda, yaitu pendinginan udara (NC) dan pendinginan air (C), untuk membandingkan pengaruhnya terhadap ukuran butir (grain size) dan nilai kekerasan sampel yang diuji.
Hasil analisa grain size aluminium (Al) pada setiap penambahan unsur paduan secara berurutan yaitu 12,927NC, 13,283NC, 13,403NC serta 13,789C, 14,066C, 14,657C, C, dan 13,768C. Pendinginan C menghasilkan nilai grain size yang lebih besar dibandingkan NC, hal ini dikarenakan tingginya temperatur aluminium sebelum didinginkan, maka proses grain growth (pertumbuhan butir) bisa terjadi terlebih dahulu sebelum di dinginkan. Hasil uji kekerasan pada penambahan unsur paduan dengan dua tipe pendinganan secara berturut-turut yaitu 47,07NC, 55,41NC, 67,81NC serta 50,86C, 57,66C, 68,37C, dan 66,36C. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai Grain size (butiran semakin kecil) paduan pada struktur mikro material, maka semakin besar pula nilai kekerasan material dan apabila nilai Grain size paduan semakin kecil (butiran semakin besar), maka semakin kecil pula nilai kekerasan materialnya. Berdasarkan standar ASTM E10, nilai kekerasan minimum A356.2-A3 yaitu sebesar 60 HB. Hasil analisis menunjukkan bahwa material ini memiliki tingkat kekerasan sebesar 66,36 HB yang berarti telah memenuhi dan melampaui persyaratan minimum yang ditetapkan oleh standar ASTM E10.
Berdasarkan hasil pengujian, direkomendasikan penggunaan pendinginan dengan media air pada proses pengecoran aluminium alloy karena metode ini mampu menghasilkan material dengan sifat mekanik yang baik, ditandai dengan peningkatan nilai kekerasan serta struktur mikro yang lebih seragamv
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Cindi Flora Sihaloho - Personal Name
|
| Student ID |
22133002
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi | |
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2025 |
| Edisi | |
| Subyek | |
| No Panggil |
CIN a
|
| Copyright | |
| Doi |








