<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: item_type_code in <b>/home/u1486119/public_html/repository.pepbandung.ac.id/lib/detail.inc.php</b> on line <b>462</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="345">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS PENGARUH INTENSITAS CURAH HUJAN  TERHADAP TOTAL MOISTURE BATUBARA AREA STOCKPILE PADA PT GRAHA PANCA KARSA KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Syarifah Andina Gusman</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Infantri Putra</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Asep Rohman</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dian Eka Aryanti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ir. Suparno</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tugas Akhir]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[0]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini membahas pengaruh intensitas curah hujan terhadap kadar total moisture (TM) batubara di area Stockpile PT Graha Panca Karsa (PT GPK), yang berlokasi di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kadar kelembapan atau total moisture merupakan parameter penting dalam menentukan kualitas batubara, terutama karena kandungan air yang tinggi dapat menurunkan nilai kalor dan 
efisiensi pembakaran. PT GPK memproduksi batubara sub-bituminus dari dua lapisan utama, yaitu seam GRA dan seam TUK, dengan nilai kalor sekitar 3.800 kkal/kg dan kadar TM rata-rata 37–39%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh intensitas curah hujan terhadap kadar TM dan mengevaluasi seberapa besar kontribusi faktor cuaca terhadap penurunan mutu 
batubara di stockpile.
          Dalam pengumpulan data, digunakan data laboratorium uji kualitas batubara, data curah hujan, dan suhu udara dari Oktober 2024 hingga Januari 2025. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa intensitas curah hujan memiliki pengaruh yang sedang terhadap kadar TM, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,69 dan koefisien determinasi sebesar 0,48. Ini menunjukkan bahwa 48% variasi total moisture dapat dijelaskan oleh curah 
hujan. Di sisi lain, suhu udara juga dianalisis tetapi hanya menunjukkan pengaruh yang sangat lemah dengan nilai korelasi 0,05 dan r² sebesar 0,0025.
          Dari hasil analisis, disimpulkan bahwa intensitas curah hujan memiliki peran dominan dalam meningkatkan kadar total moisture batubara di stockpile, Untuk itu, disarankan agar perusahaan melakukan evaluasi dan perbaikan sistem penanganan batubara, terutama jika pengambilan sampel dilakukan segera setelah hujan, memperhatikan kondisi cuaca saat sampling, dan mempertimbangkan kelembapan udara sebagai faktor pendukung dalam pengendalian kualitas. Langkah ini bertujuan agar kualitas batubara tetap optimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
         Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan mengatur ulang prosedur pengambilan sampel dan mempertimbangkan pemantauan kelembapan udara sebagai variabel tambahan untuk meningkatkan akurasi pengandalian kualitas batubara.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[moisture batubara]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[teknologi pertambangan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[622]]></classification><ministry><![CDATA[31301]]></ministry><studentID><![CDATA[22132024]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250701]]></identifier><departementID><![CDATA[]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEPB) Repositori PEPB]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[REF 622 SYA a]]></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[345]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-12-18 09:59:44]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2026-02-27 15:17:52]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>