IDENTIFIKASI AREA PEMBENTUK AIR ASAM TAMBANG BERDASARKAN ANALISIS “NAG pH” DAN KORELASINYA DENGAN ALTERASI, OKSIDASI, DAN MINERAL SULFIDA DI PIT X PT J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW SITE BAKAN, SULAWESI UTARA

Detail Cantuman

Text

IDENTIFIKASI AREA PEMBENTUK AIR ASAM TAMBANG BERDASARKAN ANALISIS “NAG pH” DAN KORELASINYA DENGAN ALTERASI, OKSIDASI, DAN MINERAL SULFIDA DI PIT X PT J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW SITE BAKAN, SULAWESI UTARA

XML

Penelitian ini dilakukan di area tambang Pit X, PT J Resources Bolaang Mongondow Site Bakan, Sulawesi Utara, yang merupakan wilayah dengan potensi tinggi pembentukan air asam tambang (AAT). AAT terbentuk akibat oksidasi mineral sulfida yang menghasilkan asam sulfat dan berpotensi melepaskan logam
berat berbahaya. Jika tidak dikendalikan, AAT dapat mencemari air tanah, merusak kualitas lingkungan, dan membahayakan ekosistem. Oleh karena itu, identifikasi dini terhadap material pembentuk AAT dan sebaran areanya menjadi krusial untuk mendukung pengelolaan lingkungan tambang yang berkelanjutan.
Pengambilan data dilakukan melalui kegiatan pemetaan geologi lapangan untuk mengidentifikasi satuan litologi dan sebaran material yang berpotensi menghasilkan AAT. Sebanyak 111 sampel batuan dikumpulkan dari beberapa titik di area Pit X, kemudian dianalisis di laboratorium menggunakan metode Net Acid Generation (NAG). Uji NAG dilakukan dengan mereaksikan sampel dengan
larutan H₂O₂ untuk mengoksidasi mineral sulfida, kemudian nilai pH larutan hasil reaksi (NAG pH) tersebut diukur. Hasil pengukuran tersebut digunakan sebagai dasar klasifikasi material menjadi Potentially Acid Forming (PAF) atau Non-Acid Forming (NAF). Hasil analisis NAG pH selanjutnya dipetakan untuk mengetahui
distribusi zona PAF dan NAF di area penelitian.
Berdasarkan hasil analisis NAG pH terhadap 111 sampel batuan tersebut, diketahui bahwa sebaran material Potentially Acid Forming (PAF) dominan berada di bagian timur Pit X, sementara zona Non-Acid Forming (NAF) cenderung tersebar di bagian barat. Temuan ini menunjukkan adanya korelasi antara nilai NAG pH
dengan distribusi geologi setempat, yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan material dan perencanaan penimbunan. Penggunaan metode NAG pH terbukti efektif sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi potensi pembentukan air asam tambang, serta memberikan dasar penting bagi mitigasi risiko lingkungan pada
kegiatan pertambangan.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Ratu Fahriyyah Kahmilah - Personal Name
Student ID
22131019
Dosen Pembimbing
Ir. Oman Abdurahman - - Dosen Pembimbing 1
Dr. Asep Mohmad Ishaq Shiddiq - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Ir. Sulistiyono - - Penguji 2
Ir. Fiati Nurmaya - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
34301
Edisi
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Subyek
No Panggil
RAT i
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail