Text
BACK ANALYSIS KESTABILAN LERENG TAMBANG TERBUKA BATUBARA DENGAN METODE MORGENSTREN-PRICE (STUDI KASUS: AREA HIGHWALL DAN LOWWALL PIT 4900 BLOK 26, PT TRUBAINDO COAL MINING, KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR)
XMLBack Analysis kestabilan lereng desain R5 Pit 4900 Blok 26 dilakukan di PT. Trubaindo Coal Mining, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur yang merupakan perusahaan pertambangan batubara yang menggunakan metode penambangan secara open pit. Selama kegiatan penambangan berlangsung terjadi peningkatan curah hujan pada akhir tahun 2024 hingga maret 2025 sehingga
material lereng berpotensi jenuh, disamping itu crest berpotensi menjadi runoff air sehingga banyak dijumpai lereng yang mengalami erosi dan longsoran pada pit terdapat pula kekar dan water seepage serta dijumpai nya lereng yang tidak terbentuk secara optimal. Diperlukan back anaysis kestabilan lereng untuk mengetahui faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran pada saat sebelum
longsor dan nilai material properties pada saat longsor dan rekomendasinya.Analisis dilakukan dengan metode Morgenstern-Price analisis dan pemodelan lereng sepenuhnya dilakukan dengan menggunakan Software Rocscience SLIDEv.6.025.
Analisis dilakukan pada 4 section yang terdiri dari section A-A’. B-B’, C-C’, D-D’ dengan tipe longsoran yang digunakan adalah circular pada lereng endwall, highwall, khusus untuk lowwall dianalisis dengan menggunakan non circular. Kondisi yang mempengaruhi kestabilan lereng dimodelkan dengan unit HD
Komatsu 465-10 sebesar 300.57 kn/m2 untuk bobot isi dan 129.93 kn/m2 untuk bobot kosong, getaran peledakan 0.02 g, dan kondisi muka air tanah diatur dengan 3 kondisi yaitu 12 m, jenuh, dan 40 m atau ½ jenuh.
Rekomendasi desain pada section A-A’ didapatkan FK 1.220 PK 0% dalam kondisi jenuh dan FK 1.611 PK 0% dalam kondisi ½ jenuh, pada highwall section B-B’ didapatkan FK 1.233 PK 0% dalam kondisi jenuh dan FK 1.700 PK 0% dalam kondisi ½ MAT,dalam kondisi ½ jenuh, pada elevasi 30 didapatkan FK 1.533 PK 4.8% dalam kondisi jenuh dan FK 1,858 PK 1% dalam kondisi ½ jenuh, pada highwall section C-C’ didapatkan FK 1.204 PK 0.5% dalam kondisi jenuh dan FK 1.633 dan PK 0% dalam kondisi ½ jenuh, pada section D-D’ didapatkan FK 1.206 PK 0.1% dalam kondisi jenuh dan FK 1.640 PK 0% dalam kondisi ½ jenuh, pada
lowwall section B-B’ didapatkan FK 1.202 PK 1.4% dan FK 1.540 PK 0% dalam kondisi ½ jenuh Rekomendasi teknis yang diperlukan adalah water management dan optimalisasi desain lebih optimal.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Helmy Latuputty - Personal Name
|
| Student ID |
22131009
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
34301
|
| Edisi | |
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2025 |
| Edisi | |
| Subyek | |
| No Panggil |
REF 551 HEL b
|
| Copyright | |
| Doi |








