Text
ESTIMASI SUMBER DAYA BAUKSIT DARI DATA TEST PIT MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING DI DAERAH X KABUPATEN LANDAK, KALIMANTAN BARAT
XMLIndonesia mempunyai sumberdaya bijih bauksit yang melimpah sebesar 3.617.770.882 ton dengan total cadangan sebesar 1.257.169.367 ton. Salah satu perusahaan pertambangan bauksit di Indonesia adalah PT. ANTAM tbk, dimana daerah penelitiannya yang berada di daerah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat yang masih dalam kegiatan eksplorasi. Oleh karena itu, sebelum memasuki tahapan produksi, diperlukan tahapan estimasi sumberdaya bauksit di lokasi penelitian. Tujuan dari penelitian kali ini adalah mengetahui sebaran litologi daerah penelitian, mengetahui sebaran vertikal Al2O3, Fe2O3, TSiO2, RSiO2, mengetahui korelasi Al2O3, Fe2O3, TSiO2, RSiO2, dan mengetahui sumberdaya bauksit di lokasi penelitian. Metode penelitian kali ini dimulai dari tahapan akusisi data lapangan yang meliputi tahapan pemetaan geologi, Sampling dan logging test pit. Setelah dilakukan tahapan akusisi data lapangan, data yang terkumpul akan dilakukan pengolahan dengan melakukan analisis geostatisik untuk mengetahui korelasi Al2O3, Fe2O3, TSiO2, RSiO2. Estimasi sumberdaya bauksit pada penelitian kali ini menggunakan metode Inverse Distance Weigthing dengan software Surpac. Daerah penelitian tersusun dari empat satuan batuan dengan urutan dari tua ke muda adalah satuan tuff (Jura-Trias), yang diintrusi oleh satuan granodiorite dan diorit kuarsa (Kapur-Jura), dan terendapkan tidak selaras endapan aluvial (Kuarter). Berdasarkan hasil analisis XRF terdapat perbedaan sebaran unsur Al2O3 dengan TSiO2 pada satuan granodiort dan diorit kuarsa. Pada test pit yang berada di satuan batuan granodiorit penuruan kadar Al2O3 cukup signifikan dengan kenaikan TSiO2 di zona bauksit C, sedangkan pada satuan diorit kuarsa penurunan Al2O3 yang tidak terlalu signifikan dengan kenaikan TSiO2 pada zona bauksit B. Kenaikan Al2O3 pada daerah penelitian akan berbanding terbalik dengan Fe2O3 dan RSiO2 dengan korelasi lemah, sedangkan kenaikan Al2O3 dan TSiO2 akan berbanding terbalik dengan korelasi kuat. Setelah dilakukan perhitungan, sumberdaya bauksit di daerah penelitian sebesar 2.310.900,1 ton dengan rata-rata Al2O3 45,89%. Klasifikasi sumberdaya bauksit termasuk dalam kategori sumberdaya tereka, dikarenakan jarak antar titik test pit masih berjauhan.
Keyword : Bauksit, Klasifikasi Sumberdaya, Korelasi senyawa Al2O3, Fe2O3, TSiO2, RSiO2, Metode Inverse Distance Weighting, Sumberdaya Bauksit
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Reinaldy Aditya - Personal Name
|
| Student ID |
21131025
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
34301
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2024 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
552 REI e
|
| Copyright | |
| Doi |







