ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING DI DAERAH KABUPATEN MOROWALI, PROVINSI SULAWESI TENGAH

Detail Cantuman

Text

ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING DI DAERAH KABUPATEN MOROWALI, PROVINSI SULAWESI TENGAH

XML

Nikel salah satu komoditas logam yang sangat penting di Indonesia, selain emas, perak, tembaga, timah, dan aluminium. Nikel sendiri banyak dibutuhkan dalam dunia industri seperti, industri baja tahan karat (stainless steel). Dari Stainles dimaanfaatkan sebagai pelaratan rumah tangga, transportasi, kontruksi, dan pembuatan baterai. Penelitian ini berada di PT X, Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sebaran endapan nikel laterit pada zona saprolite dan menghitung sumberdaya nikel laterit pada daerah penelitian. Metode observasi lapangan dilaksanakan dengan melakukan pengeboran dan detailed logging di setiap titik bor. Data yang diperoleh merupakan data primer yang menjadi sumber utama untuk menyusun peta titik bor dan mengetahui litologi bawah permukaan. Metode analisis berdasarkan data sekunder melibatkan analisis data yang diperoleh dari hasil penggunaan XRF oleh perusahaan. Estimasi Sumberdaya menggunkan metode Inverse Distance Weighthing (IDW). Endapan nikel laterit tersebar secara lateral di arah barat hingga timur lokasi penelitian. Nikel laterit dengan Ni tertinggi cenderung berada di daerah dengan morfologi bergelombang miring. Kadar rata-rata nikel (Ni) pada zona saprolit, mencapai 1,04% dengan Ni maksimum bisa mencapai 2,70%. Hal ini disebabkan oleh beberapa titik bor yang menunjukkan lapisan saprolit dengan kadar Ni kurang dari 1%, menandakan bahwa tidak ada pengayaan Ni yang signifikan pada zona saprolit di wilayah tersebut. Kondisi ini mengakibatkan penurunan kadar rata-rata Ni secara keseluruhan di zona saprolit di Blok X. Sumberdaya nikel laterit pada daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan range kadar Ni dengan interval antar range yaitu 5%. Range kadar Ni 1,5 – 2% dengan sumberdaya nikel 12.599 ton dengan kadar rata – rata Ni 1.69 %, Range kadar Ni 2-2,5% dengan sumberdaya Nikel 2.253 ton dengan kadar rata – rata Ni 2.15%, Range kadar Ni 2,5 – 3% dengan sumberdaya Nikel 25 ton dengan kadar rata – rata Ni 2.55%. Total sumberdaya nikel di wilayah penelitian mencapai 14.898 ton dengan rata-rata kadar Ni sebesar 1.75%. Klasifikasi sumberdaya nikel di wilayah penelitian adalah sumberdaya tereka karena jarak antara titik bor masih cukup jauh (sekitar ±100 - 150 meter) dan tingkat keyakinan geologinya masih rendah.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Moch. Aryadewo Sutanto - Personal Name
Student ID
21131017
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
34301
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
552 MOC e
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail