Text
KARAKTERISTIK ALTERASI DAN MINERALISASI BERDASARKAN DATA LUBANG BOR DI AREA PIT A DAN PIT C DAERAH TUMPANGPITU, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR
XMLKedudukan Indonesia yang dilalui oleh cincin api (ring of fire) memberikan dampak penting dalam proses magmatisme dan pengkayaan sumber daya geologi logam dan non logam. Sumberdaya geologi berupa mineral logam yang menjadi komoditas andalan Indonesia salah satunya adalah emas. Eksplorasi terus dilakukan untuk mendeliniasi cebakan emas-tembaga yang terkandung di Daerah Tumpangpitu, Kabupaten Banyuwangi, melalui pemboran eksplorasi. Secara administratif daerah penelitian terletak pada koordinat : 114° 02’ 12,289” - 114° 02’ 13,679” BT dan 8° 36’ 49,655” – 8° 36’ 52,607” LU yang terletak di dalam IUP (Izin Usaha Pertambangan) milik PT Bumi Suksesindo di daerah Tumpangpitu atau Tujuh Bukit, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Daerah penelitian mencakup dua area yaitu Pit A dan Pit C. Secara geografis termasuk ke dalam zona UTM 50 S. Tumpangpitu memiliki dua endapan bijih yaitu deposit tembaga porfiri dan emas epitermal sulfidasi tinggi. Daerah ini terletak di bagian tengah busur magmatik Sunda-Banda bagian Timur melalui Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumbawa dan berakhir di laut Banda. Penelitian dilakukan menggunakan data 10 lubang bor yaitu, GTD-719, GTD-727, GTD-728, GTD-735, GTD-778, GTD-781, GTD-782, GTD-785, GTD-786 dan GTD-792. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis litologi, alterasi, mineralisasi dan tipe deposit bijih pada daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa detail core logging, metode analytical spectral devices (ASD), corescan dan analisis laboratorium berupa mineragrafi. Hasil korelasi lubang bor daerah penelitian menunjukkan bahwa litologi tersusun oleh vulkanik andesit, breksi preatomagmatik phase 1, vulkanik dasit, diorit, breksi preatomagmatik phase 2, dan dome dasit. Berdasarkan himpunan mineral ubahan, pH dan temperatur terdapat 7 zona alterasi, silika, silika ± alunit, alunit ± pirofilit ± dickit ± kaolinit, alunit ± kaolin, pirofilit ± diaspor ± alunit, kaolinit ± dickit ± monmorillonit-illit, klorit ± monmorillonit-illit. Mineralisasi yang dijumpai berupa pirit (FeS2), enargit (Cu3AsS4) sfalerit (ZnS). Tipe endapan daerah penelitian adalan endapan epitermal sulfidasi tinggi dengan kedalaman 500-100 meter (intermediet).
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Maftukha Alfiani - Personal Name
|
| Student ID |
21131016
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
34301
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2024 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
549 MAF k
|
| Copyright | |
| Doi |







