Text
IDENTIFIKASI HIMPUNAN MINERAL ALTERASI BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI DAN ANALISIS X RAY DIFFRACTION (XRD), TAMBANG BAWAH TANAH DMLZ, DISTRIK ERTSBERG, PAPUA, INDONESIA
XMLDaerah penelitian terletak di Distrik tambang Ertsberg, PT Freeport Indonesia, tepatnya di salah satu tambang bawah tanah yang dinamakan Deep Mill Level Zone (DMLZ). Tambang DMLZ merupakan tambang bawah tanah yang terletak paling bawah yaitu pada level sekitar 2.850 – 2.700 m. Tipe cebakan tambang DMLZ adalah tipe skarn yang mengandung tembaga dan emas, terbentuk pada kontak antara batugamping dolomitan Formasi Waripi yang diterobos oleh batuan intrusi Ertsberg. Penelitian dilakukan melalui pengamatan pada 2 (dua) lubang bor, bertempat di coreshed PT. Eksplorasi Nusa Jaya (PT. ENJ), di Timika. Pengamatan contoh inti bor DZ30-NH1F-05 dan DZ30-WH2F-05 yang disediakan sebagai objek penelitian terdiri dari deskripsi jenis litologi, alterasi dan mineralisasi, termasuk mineralogi dan indikasi adanya sturktur geologi. Berdasarkan hasil deskripsi contoh inti bor daerah penelitian disusun oleh satuan batugamping dolomitan dengan sisipan batupasir kuarsa dari formasi waripi dan satuan batuan diorit yang menerobos batugamping dolomitan. Pada kontak intrusi diorit tersebut terbentuk alterasi skarn yang disusun oleh forsterit-diopsid dan magenit. Sedangkan alterasi yang dijumpai pada batuan diorit adalah propilitik, potasik dan endoskarn, yang terbentuk disepanjang rekahan dan urat kuarsa dan anhidrit. Sebanyak 5 (lima) buah sampel diambil untuk dibuat sayatan tipis, sayatan poles untuk di analisis petrografi, mineragrafi dan analisis XRD. Berdasarkan analisis sayatan tipis, komposisi mineral yang dapat diamati dan berdasarkan plot klasifikasi batuan sterckeisen (1976), jenis batuannya adalah diorit – diorit kuarsa. Sedangkan hasil analisis XRD dari ketiga sampel terdapat beragam mineral alterasi, antara lain diopsid-forsterit-magnetit yang merupakan kumpulan mineral alterasi skarn. Selain itu epidot-khlorit dan aktinolit sebagai kumpulan mineral alterasi propilitik. Biotit sekunder dan K-feldspar juga dapat diidentifikasi sebagai kumpulan mineral alterasi potasik. Penciri alterasi (exoskarn) yaitu diopsid, garnet, magnetit, forsterit. dan diopsit, garnet, phlogopit sebagi penciri Alterasi (Endoskarn). Analisis mineragrafi menunjukan adanya mineral pirt, kalkopirit dan bornit.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Christiano Rahabav - Personal Name
|
| Student ID |
21131007
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
34301
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2024 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
552 CHR i
|
| Copyright | |
| Doi |







