Text
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROSES CASTING TANPA LADLE PADA SMELTER G DAN PROSES CASTING DENGAN LADLE PADA SMELTER A PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK MALUKU UTARA
XMLPT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) merupakan perusahaan
pengolahan dan pemurnian Nikel (Ni) yang terletak di Pulau Halmahera Tengah,
Maluku Utara. Untuk mengolah nikel dan kobalt PT IWIP menggunakan metode
pirometalurgi dengan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF). Terdapat
beberapa tahapan dalam teknologi RKEF dimulai dari proses pada electric
furnace dengan pengumpanan kalsin menggunakan transfer car, setelah proses
peleburan dilakukan proses tapping untuk mengeluarkan feronikel, pengeluaran
terak atau skimming, penutupan lubang tapping, pembuatan lubang pada lapisan
feronikel yang berada dekat dengan lubang tapping dan dilakukan prosses
casting. Selanjutnya dilakukan proses tapping, cairan feronikel dituangkan ke
dalam ladle. Dalam proses casting, penggunaan ladle memiliki peran penting
yang berdampak pada kualitas produk akhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan
perbandingan efektivitas proses casting dengan ladle dan tanpa ladle dengan
tujuan mengetahui efisiensi peralatan (Mesin) penggunaan ladle dan tanpa ladle,
mengetahui efisiensi karyawan dari proses penggunaan ladle dan tanpa ladle,
mengetahui efisiensi metode penggunaan ladle dan tanpa ladle, mengetahui
kualitas produk nikel dari proses penggunaan ladle dan tanpa ladle, serta
mengetahui keefektifan atau OEE penggunaan ladle dan tanpa ladle dari sisi
kualitas dan kuantitas produk akhir. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu waktu proses tapping-casting pada smelter A dan smelter G, muatan ladle pada smelter A, data produk akhir dan komposisi nikel dari smelter A dan smelter G, data komposisi proses tapping electric furnace smelter A dan G, serta data pekerja di smelter A dan G. Hasil penelitian menunjukan produksi feronikel di smelter A menghasilkan produk nikel dengan rata-rata 29,4 ton dalam 1 (satu) bulan produksi, sedangkan smelter G menghasilkan rata-rata 35,9 ton dalam 1 (satu) bulan produksi. Dari segi kualitas produk akhir, komposisi nikel yang ada di smelter A memiliki komposisi nikel yang lebih tinggi dengan rata-rata 15,17% dibandingkan dengan smelter G yang tidak menggunakan ladle dengan rata-rata 14,78%. Berdasarkan penelitian diketahui efisiensi mesin pada smelter G dengan tidak menggunakan ladle didapatkan produksi lebih tinggi sebesar 34,9 ton. Gaji yang perlu dibayarkan pada smelter G lebih rendah sebesar 52,38%. Proses percetakan pada smelter G memiliki waktu yang lebih cepat sebesar 11 (sebelas) menit dari smelter A, dan smelter G memiliki input kalsin yang lebih besar sebesar 1,97 ton. Pada smelter A proses percetakan terdapat terak yang menempel pada ladle dengan rata-rata 58,2 ton, sedangkan smelter G tidak terdapat terak pada saat proses percetakan. Data produksi nikel di smelter G memiliki jumlah produksi yang lebih banyak sebesar 15,76% dibandingkan smelter A, sedangkan komposisi nikel yang dihasilkan di smelter A memiliki kadar yang lebih tinggi dengan selisih kadar sebesar 2,55%. OEE menunjukkan bahwa smelter G memiliki efektifitas yang lebih tinggi pada angka 99,5%, sedangkan smelter A memiliki efektifitas sebesar 43,19%. Untuk penelitian selanjutnya disarankan perlu dilakukan pengukuran suhu ladle agar diketahui laju penurunan suhu pada ladle. Selain itu, dilihat dari hasil penelitian, PT IWIP disarankan untuk mengganti penggunaan ladle menjadi tanpa ladle, dikarenakan penggunaan tanpa ladle dapat mengurangi waktu dan efisiensi peralatan.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Fahmi Fahrezy Sukamto - Personal Name
|
| Student ID |
20132011
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2023 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
669.028 FAH p
|
| Copyright | |
| Doi |







