ANALISIS PENAMBAHAN ETILEN ADIAMINA TETRA ASETAT (EDTA) PADA SAMPEL BIJIH NIKEL SERTA VARIASI HOLDING TIME TERHADAP KESTABILAN NILAI ABSORBANSI NIKEL SECARA UV-VIS SPEKTROFOTOMETRI DI PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK

Detail Cantuman

Text

ANALISIS PENAMBAHAN ETILEN ADIAMINA TETRA ASETAT (EDTA) PADA SAMPEL BIJIH NIKEL SERTA VARIASI HOLDING TIME TERHADAP KESTABILAN NILAI ABSORBANSI NIKEL SECARA UV-VIS SPEKTROFOTOMETRI DI PT INDONESIA WEDA BAY INDUSTRIAL PARK

XML

Penelitian dilakukan di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. PT IWIP merupakan perusahaan metalurgi yang mengolah bahan tambang nikel dengan proses pirometalurgi hingga produk akhirnya berupa feronikel. Sebelum bahan tambang berupa bijih nikel diolah dan produk dipasarkan di PT IWIP dilakukan proses pengecekan kualitas atau disebut dengan Quality Control, pada proses pengecekan dilakukan di Departemen Quality Control dengan ketentuan ketentuan tertentu di setiap sampelnya Salah satu upaya tersebut dilakukan uji kualitas di divisi analisis kimia dengan melalui beberapa tahapan seperti preparasi, penimbangan, peleburan, pengenceran, penambahan reagen, dan pembacaan nilai kadar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan nilai absorbansi yang stabil dengan variasi konsentrasi etilenadiaminatetraasetat (EDTA) dan waktu pembacaan nilai absorbansi kadar. Penelitian ini menggunakan bijih ore yang sebelum diolah menjadi produk dengan metode secara UV-VIS Spektrofotometri dengan penambahan EDTA dengan variasi konsentrasi 0,25 M, 0,50 M, 0,75 M, dan 1 M dengan variasi Holding Time atau waktu pembacaan 10 menit, 20 menit, dan 30 menit dalam analisis kandungan nikel dalam sampel bijih nikel dengan mencari nilai absorbansi yang stabil. Data diperoleh dari percobaan penambahan EDTA dan variasi waktu dengan pembacaan menggunakan UV-VIS yang menghasilkan masing masing nilai absorbansi. Hasil percobaan analisis pada penambahan EDTA didapatkan variasi nilai absorbansi nikel dengan nilai absorbansi yang paling stabil pada konsentrasi 0,25 M dengan nilai absorbansi 0,50 A sedangkan jika percobaan tanpa penambahan EDTA nilai absorbansi semakin naik setiap waktunya. Saran yang dapat diberikan dari kegiatan penelitian ini yaitu melakukan penambahan EDTA dengan konsentrasi 0,25 M dapat menstabilkan nilai absorbansi dari sampel, perlu dilakukan lebih banyak percobaan sampel bijih nikel dan menggunakan waktu tunggu yang lebih singkat untuk mendapatkan hasil yang dapat menjadi pegangan dan bahkan bisa menjadi standar operasional pada laboratorium.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Alwan Zaki Febrianto - Personal Name
Student ID
20133002
Dosen Pembimbing
Imelda Hutabarat - - Dosen Pembimbing 1
Tedi Yunanto - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Bouman Tiroi Situmorang - - Penguji 1
Fahny Ardian - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
661.03 ALW a
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail