STUDI KESTABILAN LUBANG BUKAAN VERTICAL RAISE EGRESS 4 TAMBANG BAWAH TANAH KENCANA PT NUSA HALMAHERA MINERALS BERDASARKAN GEOTECH MONITORING LIDAR (GML) DAN PEMODELAN NUMERIK RS3

Detail Cantuman

Text

STUDI KESTABILAN LUBANG BUKAAN VERTICAL RAISE EGRESS 4 TAMBANG BAWAH TANAH KENCANA PT NUSA HALMAHERA MINERALS BERDASARKAN GEOTECH MONITORING LIDAR (GML) DAN PEMODELAN NUMERIK RS3

XML

Pada area tambang bawah tanah yang memiliki karakteristik material dengan kelas massa batuan yang rendah, sering terjadi indikasi permasalahan terkait geoteknik yang perlu diberi perhatian khusus. Salah satu area yang perlu diperhatikan yaitu pada lubang bukaan vertical raise egress 4 di Tambang Bawah Tanah Kencana yang digunakan sebagai area ventilasi udara segar (fresh airbase). Apabila stress dan displacement yang bekerja di sekitar lubang bukaan melebihi kekuatan massa batuan, maka berpotensi untuk terjadinya ketidakstabilan pada vertical raise egress 4 sehingga dibutuhkan sebuah perlakuan khusus. Pendekatan yang digunakan untuk mengkaji kestabilan di lokasi penelitian ini yaitu melalui pemantauan deformasi secara langsung menggunakan Geotech Monitoring Lidar (GML) dalam periode waktu 25 hari dengan total enam kali scanning serta melalui pemodelan numerik secara tiga dimensi (3D) dengan bantuan program RS3. Berdasarkan observasi langsung pada area lokasi penelitian, terdapat kondisi-kondisi yang tidak sesuai standar dan menunjukkan indikasi awal terhadap adanya ketidakstabilan berupa unravelling shotcrete dan tetesan air tanah. Setelah ditinjau melalui pemantauan deformasi secara langsung menggunakan GML, besar dan laju deformasi lokasi penelitian dinyatakan stabil baik menurut Cording (1974), Zhenxiang (1984), maupun klasifikasi Ground Control Management Plan (GCMP) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Melalui pendekatan trial and error yang dilakukan untuk analisis balik material properties yang dibutuhkan dalam menganalisis kestabilan lubang bukaan egress 4, baik pada tipe material elastic maupun plastic, ditemukan bahwa parameter yang paling mempengaruhi nilai displacement yaitu modulus young sedangkan parameter yang paling mempengaruhi nilai Strength Factor (SF) yaitu kohesi dan sudut geser dalam. Lalu, berdasarkan pemodelan numerik RS3 pada titik pengamatan yang sama baik melalui pendekatan tipe material elastic maupun plastic, kondisi lokasi penelitian dinyatakan stabil yang ditandai dengan Factor of Safety (FOS) untuk fixed facility ≥2. Failure kemungkinan tidak terjadi tanpa adanya proses deterioriation lebih lanjut yang terjadi secara signifikan. Mitigasi yang dibutuhkan yaitu kondisi ground perlu dipantau secara berkala. Serta, diperlukan tindakan perbaikan ringan atau remediasi yang tidak terkait langsung dengan ground yang memburuk, seperti mengganti bolt yang rusak, memotong strand dari mesh yang loose dan diganti dengan yang baru, serta menambal kerusakan shotcrete (re-spray shotcrete) pada area-area yang menunjukan indikasi ketidakstabilan.
Kata Kunci: analisis balik material properties, Geotech Monitoring Lidar (GML), kestabilan lubang bukaan, software rocscience RS3


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Ilham Nurhakim - Personal Name
Student ID
20132015
Dosen Pembimbing
Dian Eka Aryanti - - Dosen Pembimbing 1
Yudi Rahayudin - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Asep Rohman - - Penguji 1
Rochsyid Anggara - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
31301
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
622.4 ILH s
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail