<br />
<b>Notice</b>:  Undefined index: item_type_code in <b>/home/u1486119/public_html/repository.pepbandung.ac.id/lib/detail.inc.php</b> on line <b>462</b><br />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="233">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KAJIAN TEKNIS BATU TERBANG (FLYROCK) AKIBAT KEGIATAN PELEDAKAN DI PIT A PT BUMI SUKSESINDO, KABUPATEN BANYUWANGI, PROVINSI JAWA TIMUR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dadang Setiawan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rochsyid Anggara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asep Rohman</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yudi Rahayudin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Suparno</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Bandung]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tugas Akhir]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[0]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian dilakukan di PT Bumi Suksesindo Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, dengan tema penelitian kajian tentang flyrock. Diketahui bahwa flyrock merupakan salah satu efek atau akibat dari kegiatan peledakan yang bersifat merugikan, fragmentasi yang terlempar dari kegiatan peledakan dapat menimbulkan kerusakan alat mekanis, cidera pada manusia bahkan kematian. Pit A sebagai tempat penelitian menerapkan jarak aman untuk alat yaitu 300 m dan manusia 500 m yang mengacu kepada regulasi dari Kepmen ESDM 1827K/30/MEM/2018. Penelitian dilakukan karena dengan berjalannya kegiatan penambangan maka kedalaman pit akan bertambah, otomatis apabila lokasi semakin dalam maka pit mulai menyempit, semakin pit menyempit maka lokasi peledakan akan semakin dekat dengan lokasi loading point penambangan, melihat kondisi tersebut diperlukan adanya kajian flyrock untuk menentukan radius aman yang dapat digunakan di lokasi penambangan area PT Bumi Suksesindo. Penelitian dilakukan dengan mengukur jarak lemparan aktual menggunakan bantuan software tracker. Hasil tracker digunakan sebagai data lemparan flyrock aktual. Data yang diolah di software tracker merupakan rekaman video peledakan. Dari 30 data yang diambil didapatkan nilai lemparan maksimum sejauh 69,29 m. Setelah diketahui lemparan aktual, selanjutnya dilakukan perhitungan prediksi lemparan flyrock secara teoritis menggunakan Teori Ebrahim Ghasemi (2012) dan Teori Richard dan Moore (2005). Dari dua metode pendekatan teori yang digunakan, kemudian dilakukan analisis mendapatkan hasil bahwa perhitungan analisis dimensi atau Teori Ebrahim Ghasemi (2012) lebih mendekati nilai lemparan aktual. Hasil perhitungan Teori Ebrahim Ghasemi (2012) menunjukan nilai standar deviasi atau simpangan baku sebesar 6,45 m dan persen kesalahan 11,36%. Selain dari perhitungan prediksi menggunakan teori dari Ebrahim Ghasemi (2012) juga bisa dilakukan prediksi dan pemilihan perkiraan lemparan menggunakan percobaan geometri yang disusun dari geometri terkecil dan terbesar yang kemudian dirata-ratakan. Dari analisis regresi sederhana geometri peledakan (burden free face, burden, spasi, stemming, kedalaman, isian rata-rata handak, dan powder factor), didapatkan hasil bahwa terdapat tiga parameter yang memiliki nilai koefisien korelasi kategori sedang dan koefisien determinasi kategori rendah (spasi, kedalaman, dan isian rata-rata handak). Sementara itu, empat variabel lainnya memiliki nilai koefisien korelasi kategori rendah dan koefisien determinasi yang sangat rendah. Dari ketiga variabel yang memiliki nilai tertinggi yaitu spasi dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,6255 dan determinasi (R2) sebesar 0,3913. Kemudian selanjutnya untuk kedalaman dan isian rata-rata handak memiliki nilai koefisien korelasi yang sama, yaitu sebesar 0,6163 dan determinasi (R2) sebesar 0,3799. Namun dari hasil analisis 7 variabel tersebut tidak terlihat nilai yang signifikan baik untuk koreasi dan determinasinya. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan beberapa variabel sekaligus. Karena tidak terlihat hanya dari satu variabel maka dipilih tiga variabel dengan nilai korelasi dan determinasi terbesar yaitu spasi, kedalaman dan isian rata-rata handak perlubang untuk dianalisis secara regresi linier berganda, hasilnya nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,753048393 dan koefisien determinasi (R2) bernilai 0,517129792. Dari nilai tersebut menunjukan peningkatan baik untuk korelasi dan determinasinya, hal tersebut juga dipengaruhi oleh geometri peledakan yang berubah-ubah secara keseluruhan sehingga flyrock belum dapat ditentukan satu atau dua variabel saja. Berdasarkan nilai lemparan terjauh yaitu 69,29 m dan mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Teori Richard dan Moore (2005) tentang jarak evakuasi perpindahan alat pada saat peledakan yaitu dua kali dari lemparan terjauh, maka direkomendasikan untuk menurunkan radius perpindahan alat di lokasi PT Bumi Suksesindo dari 300 m ke dua kali dari lemparan terjauh ditambah dengan selisih nilai terbesar yaitu 166,16 m yang kemudian dibulatkan menjadi 170 m.
Kata kunci: flyrock, peledakan tambang terbuka, Teori Ebrahim Ghasemi, Teori Richard dan Moore</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[teknologi pertambangan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[622]]></classification><ministry><![CDATA[31301]]></ministry><studentID><![CDATA[20132008]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230301]]></identifier><departementID><![CDATA[]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Perpustakaan Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung (PEPB) Repositori PEPB]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[622 DAD k]]></shelfLocator>
</location>
<slims:image><![CDATA[20132008_-_Cover_page-0001.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[233]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-14 11:37:48]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-14 11:37:48]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>