Text
ANALISIS VARIASI UKURAN BIJIH TERHADAP EKSTRAKSI EMAS DENGAN MEDIA COLUMN TEST DI PT J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW SITE BAKAN PROVINSI SULAWESI UTARA
XMLProses ekstraksi bijih emas saat ini mengalami berbagai inovasi, termasuk metode heap leaching yang ekonomis karena tidak memerlukan pre-treatment. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) menggunakan metode ini di site Bakan dengan bijih emas oksida berpori, perusahaan berencana tetap menggunakan metode heap leach meskipun pada bagian utara pit main ridge menemukan bijih dengan karakter yang berbeda. Pengujian bijih sebelum pengolahan diperlukan untuk mengurangi masalah yang sering muncul di lapangan, seperti pH pelindian yang tidak optimal dan masalah penetrasi larutan NaCN karena bijih terlalu halus yang menyebabkan ponding. Sebelum proses heap leaching, pengujian menggunakan media column test diperlukan untuk mengetahui dan menentukan ekstraksi yang optimal, seperti yang dilakukan oleh PT J Resources Bolaang Mongondow dengan Big Column Test (BCT) dengan sampel 400kg hingga 450kg dengan tujuan mendapatkan hasil yang merepresentasikan kondisi pada heap leach dilapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ukuran bijih terhadap ekstraksi emas, kebutuhan waktu dan konsumsi NaCN, bijih yang diuji yaitu tipe oksida. Dalam penelitian ini membandingkan ukuran bijih, dilakukan dengan media column test dengan variasi ukuran kelolosan 80% (P80) yaitu P80 25 mm, P80 40 mm dan P80 80 mm. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa setiap variasi ukuran memiliki tren semakin kecil P80 ukuran bijih maka ekstraksinya semakin tinggi juga angka persen ekstraksi. Pada pengujian menggunakan variasi P80 25 mm memiliki angka persen ekstraksi emas yaitu 94,55%, untuk pelindian menggunakan variasi P80 40 mm angka persen ekstraksi 85,04%, sedangkan pada pengujian menggunakan variasi P80 80 mm memiliki angka persen ekstraksi 81,96%. Berdasarkan hasil dari pengujian tersebut didapatkan bahwa nilai persen ekstraksi emas lebih tinggi P80 25 mm dibandingkan P80 40 mm dan P80 80 mm. Pada perbandingan kebutuhan waktu
didapatkan waktu yang dibutuhkan untuk variasi P80 25 mm yaitu 57 batch, untuk variasi P80 40 mm membutuhkan waktu 58 batch, sedangkan untuk variasi P80 80 mm membutuhkan waktu 82 batch. Dari pengujian tersebut didapatkan tren bahwa semakin besar P80 ukuran bijih maka kebutuhan waktunya semakin lama. Pada perbandingan konsumsi NaCN didapatkan angka konsumsi NaCN untuk variasi P80 25 mm yaitu 0,260 kg/ton, untuk variasi P80 40 mm mengonsumsi NaCN 0,243 kg/ton, sedangkan untuk variasi P80 80 mm mengonsumsi NaCN sebanyak 0,396 kg/ton. Dari pengujian tersebut P80 25 mm dan P80 40 mm
memiliki korelasi semakin banyak logam terekstrak maka konsumsi NaCN juga semakin banyak, namun tidak untuk P80 80 mm karena kebutuhan waktu pelindian paling lama yang menyebabkan penginjeksian NaCN juga semakin lama.
Detail Information
| Item Type |
Tugas Akhir
|
|---|---|
| Penulis |
Yusuf Abd. Aziz Alkatiri - Personal Name
|
| Student ID |
21133028
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
27401
|
| Edisi |
Published
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung., 2024 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
669.9 YUS a
|
| Copyright | |
| Doi |







