ANALISIS PENGGUNAAN OZON DALAM PROSES DETOKSIFIKASI SIANIDA BEBAS DAN TEMBAGA PADA LIMBAH HASIL PELINDIAN DI PT J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW

Detail Cantuman

Text

ANALISIS PENGGUNAAN OZON DALAM PROSES DETOKSIFIKASI SIANIDA BEBAS DAN TEMBAGA PADA LIMBAH HASIL PELINDIAN DI PT J RESOURCES BOLAANG MONGONDOW

XML

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode detoksifikasi paling optimal untuk menurunkan konsentrasi sianida (CN) dan tembaga (Cu). Terdapat dua jenis data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data detoksifikasi new proccess dengan metode ozonasi yang diperoleh selama penelitian, sedangkan data sekunder merupakan data detoksifikasi existing dengan metode Sulfidation Acidfication Recycling Thickening (SART) - Asam Peroksida yang diperoleh dari arsip perusahaan. Evaluasi optimasi dari kedua metode dilakukan dengan membandingkan persen (%) efisiensi penurunan konsentrasi sianida (CN) dan tembaga (Cu). Terdapat parameter variabel yang digunakan pada detoksifikasi new proccess dengan metode ozonasi yaitu, menggunakan ozon sebagai reaktan dengan flow oksigen generator 180 M3 /jam, pH pada interval 6-8, DO, dan variasi flow input detox pond 200 – 700 M3 /jam sedangkan parameter variabel yang digunakan pada detoksifikasi existing dengan metode SART - Asam Peroksida menggunakan reagen Asam Peroksida (H2O2) dengan kemurnian 98% dan flow Asam Peroksida (H2O2) sepuluh kali konsentrasi sianida (CN) yang akan diurai, pH, dan variasi flow input detox pond 200 – 700 M3 /jam. Metode ozonasi memperoleh persen (%) efisiensi penurunan konsentrasi sianida (CN) berturut – turut adalah 100%, 82%, 81,48%, 80,77%, dan 48,57%, sedangkan persen (%) efisiensi penurunan konsentrasi tembaga (Cu) berturut – turut adalah 41, 86%, 39,38%, 36,05%, dan 27,78%, di saat yang bersamaan Metode SART - Asam Peroksida memperoleh persen (%) efisiensi penurunan konsentrasi sianida (CN) berturut – turut adalah 9,96%, 8,34%, 4,84%, 3,57%, dan 0%, sedangkan persen (%) efisiensi penurunan konsentrasi tembaga (Cu) berturut – turut adalah 42,73%, 25,98%, 25,60%, 15,17%, dan 6,34%. Oleh karena itu, metode ozonasi dipilih sebagai metode proses yang lebih optimal untuk menurunkan konsentrasi sianida (CN) dan tembaga (Cu).


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Tiara Shafa Nabila - Personal Name
Student ID
21133027
Dosen Pembimbing
Rudiyansah - - Dosen Pembimbing 1
Fahny Ardian - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Imelda Hutabarat - - Penguji 1
Infantri Putra - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
669.9 TIA a
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail