PENGARUH PENGINJEKSIAN HIDROGEN PEROKSIDA PADA TAHAP PRE-TREATMENT DI PROSES PELINDIAN MENGGUNAKAN AGITATION LEACH DI PT ANTAM UNITBISNIS PERTAMBANGAN EMAS PONGKOR, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

Detail Cantuman

Text

PENGARUH PENGINJEKSIAN HIDROGEN PEROKSIDA PADA TAHAP PRE-TREATMENT DI PROSES PELINDIAN MENGGUNAKAN AGITATION LEACH DI PT ANTAM UNITBISNIS PERTAMBANGAN EMAS PONGKOR, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT

XML

Proses pengolahan emas di PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk. Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) menggunakan metode pelindian dengan sianida sebagai pelarutnya atau disebut sianidasi, dalam proses sianidasi emas terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi laju pelarutan emas, diantaranya adalah konsentrasi sianida, konsentrasi dissolved oxygen, ukuran partikel, persen solid, suhu, waktu tinggal, kecepatan agitasi, jenis bijih, pH dalam larutan dan keberadaan ion lain dalam larutan. PT Antam menggunakan proses agitation leach yang dimana pada proses pelarutan emas dengan sianida yang dicampurkan dan diaduk secara mekanis atau diagitasi untuk mempercepat reaksi kimia antara larutan pelarut dan bijih. Pada metode ini melibatkan penggunaan tangki atau reaktor tertutup.
Bijih dari PT Antam Pongkor ini sendiri merupakan jenis bijih yang mudah diproses melalui proses pelindian sianidasi konvensional dengan perolehan kurang lebih dari 90%. Kemudian ada bijih yang mengandung bahan karbon
seperti karbon organik dan karbonat yang mudah mengadsorpsi emas yang sudah terlindi.
Proses pengolahan bijih emas PT Antam UBPE Pongkor menggunakan proses sianidasi. Percobaan pelindian menggunakan metode agitation leach. Sampel yang digunakan merupakan bijih emas pada fine Ore Bin.Pada pengujian ini akan digunakan hidrogen peroksida 50% yang di encerkan menjadi 1000 ppm untuk menggantikan dissolved oxygen dengan level target O2 (6 ppm, 8 ppm, 10 ppm , 12 ppm), dengan parameter tetap konsentrasi CN 500 ppm, persen solid 40%, residence time 16 jam, pH 10,5 – 11 dan specific gravity 2,5. Pada proses sianidasi pada bijih emas keberadaan mineral sulfida dapat menyebabkan peningkatan konsumsi oksigen yang dibutuhkan berpengaruh. Pada beberapa hari kebelakang pada oksigen terlarut seringkali dibawah parameter dikarenakan kerusakan pada kompresor injeksi udara ke dalam tangki. Maka dari itu penelitian bertujuan untuk menstabilkan oksigen terlarut dengan menggunakan hidrogen peroksida pada tahap pra pengolahan dengan variasi waktu 30, 45 dan 60 menit.
Hasil yang didapat pada pengujian ini adalah pada konsentrasi hidrogen peroksida untuk mencapai oksigen terlarut yang cenderung meningkat pada dissolved oxygen 8 ppm dengan recovery emas 60,40% pada waktu 30 menit, 58,24% pada waktu 45 menit, dan 56,54% pada waktu 60 menit, dengan begitu pada waktu pra pengolahan 45 menit yang dimana pada dissolved oxygen 6 menunjukan %recovery emas sebesar 58,11% dan perak 42,11%, pada dissolved oxygen8 menunjukan %recovery emas sebesar 58,24% dan perak 38,33%, pada dissolved oxygen 10 menunjukan %recovery emas sebesar 57,27% dan perak 38,20% dan pada dissolved oxygen 12 menunjukan %recovery emas sebesar 48,22% dan perak 32,99%.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Muhammad Ali Alfianindra - Personal Name
Student ID
21133016
Dosen Pembimbing
Cipta Panghegar - - Dosen Pembimbing 1
Tedi Yunanto - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Rudiyansah - - Ketua Penguji
Octavianti Naa - - Ketua Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
622.3 MUH p
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail