PENGARUH PENAMBAHAN HYDROGEN PEROXIDE (H2O2) ATAU LEAD NITRATE (PbNO3) TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS PADA TAILING FLOTASI BIJIH EMAS DENGAN PERBEDAAN KANDUNGAN SULPHIDE SULPHUR (SXS) DI PT AGINCOURT RESOURCES

Detail Cantuman

Text

PENGARUH PENAMBAHAN HYDROGEN PEROXIDE (H2O2) ATAU LEAD NITRATE (PbNO3) TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI EMAS PADA TAILING FLOTASI BIJIH EMAS DENGAN PERBEDAAN KANDUNGAN SULPHIDE SULPHUR (SXS) DI PT AGINCOURT RESOURCES

XML

PT Agincourt Resources (PTAR) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan emas serta perak di Sumatera Utara. Pengolahan emas dan perak dilakukan melalui metode Carbon In-Leach (CIL) untuk bijih mineral oksida. Namun, PTAR menemukan deposit mineral sulfida yang lebih dalam dan berencana melakukan eksploitasi dengan metode penambangan bawah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi emas dari bijih sulfida tinggi dengan mengembangkan sirkuit baru yang mencakup proses flotasi. Proses flotasi yang dilakukan masih menghasilkan tailing dengan kandungan emas yang signifikan, menunjukkan bahwa ekstraksi emas belum optimal. Oleh karena itu, dilakukan leach test untuk mengevaluasi efisiensi leaching menggunakan metode bottle roll test pada tailing flotasi. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh penambahan Lead Nitrate (PbNO3) dan Hydrogen Peroxide (H2O2) terhadap persen ekstraksi emas, serta pengaruh ukuran partikel dan kandungan sulphide sulphur (SxS) terhadap hasil ekstraksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimal PbNO3 untuk partikel normal size adalah 50 ppm dengan persen ekstraksi 76%, dan untuk partikel finer size adalah 100 ppm dengan persen ekstraksi 63%. Dosis optimal H2O2 adalah 0.8 ml untuk partikel normal dan finer, dengan persen ekstraksi masing-masing 79% dan 64%. Penambahan H2O2 yang berlebihan mengurangi persen ekstraksi karena mengoksidasi sianida dan membentuk lapisan oksida atau hidrokso di permukaan emas. Penggunaan H2O2 cenderung memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan PbNO3 pada berbagai ukuran partikel dan kandungan SxS. Selain itu, H2O2 lebih ekonomis dengan harga sekitar Rp 15.000 per liter dibandingkan PbNO3 yang mencapai Rp 2.750.000 per kilogram. Oleh karena itu, direkomendasikan penggunaan H2O2 dengan dosis 0.8 ml untuk mengoptimalkan ekstraksi emas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan ekonomi proses pengolahan bijih emas di PTAR.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Karla Jeclin Wonua - Personal Name
Student ID
21133015
Dosen Pembimbing
Cipta Panghegar - - Dosen Pembimbing 1
Bouman Tiroi Situmorang - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Octavianti Naa - - Penguji 1
Fahny Ardian - - Penguji 2
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
669.9 KAR p
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail