ANALISIS KONSUMSI ENERGI DI TUNGKU 6 FERRONICKEL PLANT KAWASAN INDUSTRI WEDA BAY

Detail Cantuman

Text

ANALISIS KONSUMSI ENERGI DI TUNGKU 6 FERRONICKEL PLANT KAWASAN INDUSTRI WEDA BAY

XML

Teknologi rotary kiln-electric furnace (RKEF) menjadi teknologi yang umum digunakan dalam industri pengolahan nikel secara pirometalurgi. Teknologi RKEF dimulai dari proses pengeringan bijih menggunakan rotary dryer yang selanjutnya akan dijadikan kalsin melalui proses kalsinasi di rotary kiln dan dilebur di dalam tungku dengan menggunaan 3 elektroda hingga didapat cairan feronikel. Salah satu energi utama yang digunakan dalam proses rotary kiln-electric furnace (RKEF) adalah energi listrik. Penggunaan energi listrik yang optimal akan memberikan dampak yang baik untuk proses rotary kiln-electric furnace (RKEF). Energi listrik digunakan sebagai penyuplai tenaga pembakaran elektroda yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas kalsin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis konsumsi energi listrik per ton kalsin di tungku 6 kawasan industri Weda Bay, kemudian membandingkan besarnya konsumsi energi listrik tersebut dengan perusahaan lain di dunia dan di kawasan Weda Bay. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi energi di tungku 6 adalah 602,19 kWh per ton kalsin. Konsumsi energi per ton kalsin tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata konsumsi energi per ton kalsin perusahaan lain di dunia yang hanya sebesar 502 kWh. Selain itu, konsumsi energi per ton kalsin tungku 6 menjadi yang paling boros dibandingkan dengan konsumsi energi per ton kalsin tungku 10 yang hanya sebesar 436,46 kWh dan tungku 1 sebesar 527,97 kWh. Faktor yang menyebabkan tingginya konsumsi energi listrik per ton kalsin adalah nilai rata-rata suhu kalsin yang di bawah standar operasi perusahaan yaitu sebesar 700oC – 735oC dan adanya penyumbatan pada pipa pengumpan. Penyumbatan pada pipa pengumpan akan menyebabkan kalsin yang masuk ke dalam electric furnace sedikit dan konsumsi energi yang tetap menyebabkan energi listrik banyak terbuang. Penyumbatan memang tidak hanya terjadi pada tungku 6 saja tetapi juga pada tungku 10 dan tungku 1, meskipun konsumsi energi per ton kalsinnya tidak setinggi di tungu 6. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan sebaiknya memasang vibrator di setiap pipa pengumpan agar proses pengumpanan dapat menjadi lebih lancar dan mencegah penyumbatan.


Detail Information

Item Type
Tugas Akhir
Penulis
Fazira Amadea Kamal - Personal Name
Student ID
19133009
Dosen Pembimbing
Wahid Sugiman - - Dosen Pembimbing 1
Bouman Tiroi Situmorang - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
27401
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
669.0282 FAZ a
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail